Menurut cerita yang beredar, Tahu Campur Lamongan tercipta secara tidak sengaja. Pada awalnya seorang pedagang soto pulang ke rumahnya dan mendapati beberapa bahan sisa berjualan soto seperti taoge, tahu, kubis, kuah soto.
Teman pedagang soto tersebut
menyarankan untuk menjual makanan tersebut. Kemudian pergilah pedagang tersebut
ke pasar untuk membeli kubis. Ternyata kubis di pasar telah habis dan pedagang
tersebut melihat selada. Akhirnya pedagang tersebut memutuskan mengganti kubis
dengan selada. Setelah dicampur dengan selada, rasanya justru semakin enak.
Akhirnya pedagang soto tersebut memberi nama masakannnya Tahu Campur. Terlepas
dari benar atau tidaknya cerita diatas, Tahu Campur Lamongan telah menjadi
salah satu makanan yang dirindukan sebagian besar orang Jawa Timur yang
merantau. Selain itu Tahu Campur Lamongan beberapa tahun terakhir juga
disajikan dalam pesta pernikahan. Banyak perusahaan catering yang menyediakan
menu Tahu Campur Lamongan sebagai menu tambahan.Untuk kuah terasa nikmat karena terdiri dari beberapa bumbu bumbu yang dihaluskan yaitu bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, laos, ketumbar, garam dan merica. Pertama daging direbus hingga empuk, lalu dimasukkan bumbu bumbu yang telah dihaluskan. Kuah tahu campur diberi irisan daun bawang.
Hal lain yang membuat Tahu Campur
Lamongan ini unik ialah perkedel singkong. Perkedel singkong terbuat dari
singkong yang diparut kemudian dicampur dengan bumbu bumbu seperti bawang
merah, bawang putih, ketumbar, daun jeruk, jinten, laos dan garam yang
dihaluskan. Setelah itu dibuat bulat pipih lalu digoreng. Perkedel singkonglah
yang menjadi sumber karbohidrat sehingga Tahu Campur Lamongan dapat dimakan
tanpa nasi atau lontong.
Sebenarnya kunci kenikmatan Tahu
Campur Lamongan terletak pada perpaduan kuah dengan petisnya. Petis udang yang
digunakan telah diolah terlebih dulu, dengan menambahkan bawang putih. Biasanya
pedagang Tahu Campur Lamongan tidak pernah mengganti petisnya. Ketika mereka
menemukan petis yang cocok dan enak, maka mereka akan terus menggunakannya.
Harga Tahu Campur Lamongan
terbilang tidak mahal. Penjual keliling Tahu Campur Lamongan memasang harga
sekitar Rp 7.000 - Rp 10.000 per porsi. Untuk Tahu Campur Lamongan yang dijual
di Pujasera dan depot harganya sekitar Rp 10.000 – Rp 20.000 per porsi. Masih
banyak makanan tradisional disekitar kita yang perlu dilestarikan karena
makanan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa. Tidak ada
salahnya kita lebih mengenal budaya bangsa sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar